Museum Nasional Indonesia adalah museum arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi yang pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Museum ini sering juga disebut sebagai Museum Gajah karena dihadiahkannya patung gajah berbahan perunggu oleh Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand pada tahun 1871. Patung gajah ini yang kemudian dipasang di halaman depan museum dan sampai sekarang masih bertahan.

Berdasarkan situs Museum Nasional Indonesia, gedung ini dibangun pada tahun 1862 oleh pemerintah Hindia Belanda. Pembangunaannya sebagai tanggapan atas perhimpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang bertujuan menelaah riset-riset ilmiah di Hindia Belanda.

Gedung A digunakan untuk ruang pamer dan wahana Imersif. Sedangkan Gedung B, dikenal pula dengan sebutan Gedung Arca, yang dibuka secara resmi pada 20 Juni 2007 oleh Presiden SBY, selain digunakan untuk pameran, juga untuk kantor, ruang konferensi, laboratorium, ruang pameran temporer, area komersial, dan perpustakaan.

Baca Juga: Pemerintah Segera Cairkan Gaji ke-13 PNS Juni 2023

Museum Nasional Indonesia banyak mengkoleksi benda-benda kuno dari seluruh Nusantara. Antara lain adalah arca-arca kuno, prasasti, benda-benda kuno lainnya dan barang-barang kerajinan. Koleksi-koleksi tersebut dikategorisasikan ke dalam etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, buku langka, dan benda berharga.