Sementara menurut senior HMI Agung Wiyono, MA mengatakan, muswil KAHMI sebagai ajang berhimpun alumni HMI, ia khawair dalam diskusi muswil terlalu berbau politik. Sementara ada isu-isu kerusakan lingkungan yang perlu diperhatikan di Sultra.
"Satu hal saya lihat dalam Muswil KAHMI, porsi yang terlalu berbau politik sementara di daerah kita sendiri ada isu yang terkait dengan investasi, tambang, bencana alam dan terlalu masifnya perebutan lahan-lahan masyarakat oleh perusahaan," ujar Agung baru-baru ini.
Ia berharap KAHMI sebagai salah satu wadah alumni HMI dan kader yang banyak berkiprah di berbagai bidang agar mendialogkan isu-isu mengenai permasalahan pertambangan.
Baca Juga: Menteri Pariwisata Sandiaga Uno Ditantang Buat Sinonggi, Hasilnya Jadi Lem
"Pada akhirnya siapapun pemimpin di Sultra kalau kerusakan lingkungan ini dibiarkan, kalau itu sudah diacak-acak, sudah dirusak untuk kepentingan sesaat, tentu kita akan kehilangan kesempatan untuk masa yang akan datang," ucapnya.
