Meski belum membaca Kamus Sejarah Jilid I yang diterbitkan oleh Dit Sejarah, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud RI, Suryadi mengimbau agar persoalan ini tidak dibawa-bawa ke ranah politik.
Sebab, nama terhormat KH Hasyim Asy'ari sebagai pendiri NU yang sangat berjasa dalam ikut melahirkan Indonesia merdeka serta mengisi dan mempertahankannya, tidak akan bisa dihilangkan oleh siapa pun.
Soal KH Hasyim Asy'ari, lanjutnya bukan sekadar soal nama tokoh, tapi tentang sosok yang melakukan sesuatu yang berharga dan terhormat bagi bangsa Indonesia.
Baca juga: Pimpinan MPR Desak Polisi Tindak Tegas Joseph Paul Zhang
"Mudah-mudahan ini hanya karena 'human eror', bukan sesuatu yang memang direncanakan sehingga dapat di-interpretasi sebagai tendensius," harap Suryadi.
