"Ini buka jam 6 malam sampai habis, biasanya habisnya itu paling cepat pukul 18.30 Wita, kalau paling lama pukul 20.00 Wita," ujarnya.
Slamet mengaku, sempat mengalami pasang surut, terutama saat COVID-19 melanda.
"Saat COVID-19 sempat tutup beberapa bulan, bahkan sama sekali tak punya penghasilan. Jadi, saya melamar kerja di salah satu perusahaan tambang di sini," ujarnya.
Baca Juga: Efek Pandemi COVID-19, Ibu Ini Terinspirasi Buat Bubur Ayam Andilau
Selain mencari kerja, dia juga tetap berusaha untuk tetap menjalankan usaha kulinernya, terbukti saat COVID-19 mereda di Kota Kendari, ia kembali membuka usahanya.
