Kemudian, reaksi fusi juga diklaim tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca sehingga lebih ramah lingkungan. Dia hanya mengeluarkan zat buangan seperti helium dan tidak berbahaya. General Fusion menyebutkan fusi tidak mengeluarkan gas rumah kaca yang bisa merusak atmosfer.
Tim ITER juga menyebutkan pada dasarnya reaksi fusi lebih aman dan kemungkinan kebocoran sangat minim. Limbah dari kebocoran juga bisa memiliki waktu peleburan yang lebih singkat, sehingga kecelakaan nuklir seperti yang terjadi di Fukushima kemungkinan kecil terjadi.
Sebelumnya, Tim ilmuwan di Tokamak Energy merupakan bagian dari tim ahli terkemuka dunia yang mencoba menciptakan kembali fusi nuklir, proses membuat bintang terbakar. Ini adalah fusi dua atom hidrogen menjadi satu.
Pendiri dan wakil ketua Tokamak Energy, David Kingham meyakini temuan pihaknya bisa dicapai beberapa bulan lagi. Yakni saat plasma bisa mencapai 100 derajat celcius atau enam kali lebih panas dari matahari. Kingham juga mengatakan perusahaannya dapat menyediakan pembangkit listrik fusi nuklir komersial pertama pada akhir 2030-an mendatang.
Baca Juga: Bumi Tak Siap Hadapi Badai Matahari Super, Kiamat Internet Bakal Terjadi
