Beruntung warga sekitar peka terhadap kondisi nenek tersebut. Sesekali tetangga memberikan sayur, ikan, dan lain-lain untuk dimakan.
Kata Nenek Tuni, situasi pandemi COVID-19 memperburuk keadaan hidupnya saat ini. Betapa tidak, kelapa yang dijualnya biasa mendapat penghasilan bersih Rp 20 ribu, sekarang sisa Rp 10 ribu sekali turun di pasar.
"Cukup tidak cukup, yaa kita cukupkan saja," tuturnya lesu.
Baca juga: Kasus COVID-19 Membludak, Pemda Bombana Siapkan Ribuan Alat Rapid Test
Nenek Tuni sempat bermimpi memiliki rumah sendiri yang layak. Namun, kondisinya sekarang dan usianya yang tidak muda lagi, cita-cita itu dipendamnya dan lebih memilih mengurus sang ibu yang sudah renta. Menurutnya, mengurus ibunya sudah lebih dari cita-citanya untuk memiliki rumah.
