”Defisit transaksi berjalan makin menurun, ditopang oleh surplus neraca barang serta berkurangnya defisit neraca pendapatan primer,” ungkap Onny.
Defisit transaksi berjalan, lanjut Onny, tercatat sebesar 2,9 Miliar Dolar AS (1,2 persen dari PDB), lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya sebesar 3,7 Miliar Dolar AS (1,4 persen dari PDB). Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut, sambung Onny, bersumber dari surplus neraca perdagangan barang akibat penurunan impor karena melemahnya permintaan domestik.
Baca juga: Ancaman Resesi Ekonomi, Dikhawatirkan Banyak Pihak
”Di samping itu, defisit neraca pendapatan mengecil karena berkurangnya pembayaran imbal hasil kepada investor asing sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi domestik di triwulan II 2020 yang tercermin pada penurunan kinerja perusahaan dan investasi,” kata Onny.
Ia juga menyampaikan, defisit neraca jasa sedikit meningkat didorong oleh defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang turun signifikan selama pandemi COVID-19.
