Berbagai kajian memperkirakan kebutuhan pembiayaan nasional mencapai Rp2.650 triliun. Sementara itu, lembaga jasa keuangan konvensional baru mampu menopang sekitar Rp1.000 triliun.

Kondisi tersebut menciptakan celah pembiayaan atau credit gap sekitar Rp1.650 triliun hingga akhir 2025.

Kebutuhan pembiayaan juga cukup besar pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Riset EY MSME Market Study and Policy Advocacy memperkirakan kebutuhan pembiayaan UMKM pada 2026 mencapai Rp4.300 triliun.

Baca Juga: Aturan Baru Registrasi Nomor HP Resmi Berlaku Juli 2026 Wajib Gunakan Scan Wajah, Berikut Caranya

Riset tersebut juga memperkirakan credit gap pembiayaan UMKM mencapai Rp2.400 triliun pada 2026.