Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Muna Barat, Muhamad Fajar Fariki menerangkan, temuan obat-obat kadaluwarsa menjadi perhatian serius Pj Bupati, Bahri.
"Pak Pj bupati, tidak inginkan lagi terulang ada obat-obat kadaluwarsa. Beliau akan memantau langsung manajemen pengadaanya," kata Fajar.
Pj Bupati Muna Barat, Bahri mengaku tidak puas dengan manajemen pengadaan obat di Dinkes. Ia akan memerintahkan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk memeriksa proses pengadaanya.
Baca Juga: Banyak Paket Proyek di Buton Selatan Sudah Mati Kontrak
"Kita akan cek, apakah pengadaanya sudah sesuai permintaan Puskesmas atau tidak. Karena, jangan sampai ada permainan spesifikasi obat," katanya.
