Dari hasil ojek perahunya, perantau asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara ini bisa menghidupi istri beserta enam anak-anaknya.

Namun, jembatan yang dibangun di era kepemimpinan Gubernur H Nur Alam 2015-2020 ini seketika membuat ojek perahu nyaris tidak dibutuhkan lagi.

"Sekarang tidak menentu. Kadang dalam sehari ada muatan, kadang juga tidak ada. Syukur-syukur ada dalam kondisi begini kasian," keluhnya.

Baca juga: Suyanto, Pedagang Roti Keliling yang Rela Jalan Kaki Puluhan Kilometer Setiap Hari

Meski tak seperti sebelum ada jembatan, La Ode Alifu tetap bertahan dengan pekerjaannya sebagai ojek perahu atau banyak orang menyebutnya papalimbang.