Wakil Menteri Immanuel Ebenezer Gerungan turut mendukung perjuangan driver ojol untuk mendapatkan THR. Menurutnya, skema kerja pengemudi ojol saat ini seringkali tidak memberikan kepastian pendapatan dan perlindungan yang memadai.
"Situasi yang dihadapi oleh jutaan pengemudi ojol di Indonesia terus memburuk," ujarnya.
Baca Juga: THR ASN dan PPPK Cair 10 Hari Sebelum Lebaran 2025, Ini Kriteria Tak Berhak Terima
Setiap hari, pengemudi ojol harus menghadapi jam kerja panjang tanpa kepastian upah, risiko keselamatan di jalan, serta kebijakan sepihak dari aplikator yang sering merugikan mereka.
"Setiap hari para pengemudi ojol berhadapan dengan situasi jam kerja panjang tanpa kepastian upah, risiko keselamatan di jalan yang tak dijamin, sanksi-sanksi sepihak dari perusahaan aplikasi serta perburukan kondisi kerja yang disebabkan oleh skema-skema program yang tidak manusiawi dari perusahaan aplikasi," tambah Lily.
