Polisi masih menelusuri aliran dana melalui dokumen transaksi dan rekening yang digunakan.
Dalam pemeriksaan awal, KI mengakui strategi penjualan paket murah menjadi penyebab ketidakseimbangan keuangan.
"Terlapor mengakui paket dijual murah untuk menarik banyak jemaah gelombang selanjutnya, dengan harapan dapat menutup kekurangan sebelumnya," ungkap Ariel.
Selain itu, penyidik menemukan indikasi penggunaan rekening pribadi sebagai rekening usaha, yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan dana. Kepolisian menegaskan proses hukum masih berjalan dan masyarakat diminta menunggu hasil penyidikan resmi.
