"Jadi, sebelum dicuri orang, kami ingin memanen padi itu. Tapi pihak TNI yang ada di sana tidak memperbolehkan. Padahal itu lahan kami dan kami yang menanamnya. Sampai akhirnya padi kami dicuri, tapi pihak prajurit TNI yang berada di lahan itu tidak tahu siapa yang curi," herannya.
Baca Juga: Diduga Lakukan Penyelewengan Dana Pembelian Darah, Ini Tanggapan Dirut RSUD Buton Utara
Selain itu, Open juga mengaku bahwa kelompok tani telah melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Gubernur Sumatera Utara Kamis (21/9/2023) dan diterima oleh pihak Asisten Gubernur.
"Tuntutan kami ke Gubernur Sumatera Utara itu agar kami didukung pihak pemerintah untuk memanen padi yang kami tanam. Tapi sepertinya belum ada respon sampai akhirnya padi kami dicuri orang," tuturnya.
Kemudian, keesokan harinya, pihak Dinas Pertanian menemui kelompok tani dan meninjau lahan pertanian itu dan Sabtu atau 23 September 2023, kelompok tani juga zoom meeting dengan Kantor Staf Presiden terkait dengan permasalahan padi yang tidak diperbolehkan oleh pihak prajurit TNI di sana untuk memanen.
