Arifin menjamin, harga satuan alat PCR itu tidak ada yang mark up. Bila dikarenakan harganya terlalu mahal, hal tersebut dikarenakan kualitasnya sangat bagus.
Baca juga: Inginkan Perubahan di Kampus, Dosen STAI Syarif Muhammad Raha Malah Dipecat
Baca juga: Diterpa Gelombang Tinggi, Nelayan di NTT Selamat dari Maut
"Soal harga kita ditawarkan perusahaan (vendor). Kita tentunya pilih yang berkualitas. Alat PCR kita yang paling bagus," sebutnya.
Ia mengaku sumber dana pengadaan alat PCR itu dari APBD-P tahun 2020 lalu. Penyedia (kontraktor) PT RH Jaya Farma mengadakan alat tersebut selama 20 hari pada Desember 2020 lalu. Terkait alat tersebut belum difungsikan, dikarenakan belum adanya sumber daya manusia.
