Keberadaan lapak gorengan itu tak pernah sepi pembeli. Banyak pelanggan datang untuk menikmati cita rasa khas yang tetap terjaga sejak pertama kali Nasem merintis usahanya.

Meski telah bertahan selama dua dekade, perjalanan usaha Nasem tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku kerap menghadapi tantangan akibat naik turunnya (fluktuasi) harga bahan baku, terutama minyak goreng dan gas elpiji yang menjadi kebutuhan utama dalam usahanya.

"Kadang harga bahan naik, kadang turun. Gas elpiji dan minyak goreng sering berubah. Tapi saya tetap berusaha jualan karena ini sumber penghasilan keluarga," ujar Nasem.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia selalu berupaya mencari ketersediaan bahan baku agar tetap bisa berjualan dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang setiap hari datang ke lapaknya.

Baca Juga: Resep Siomay Ikan Tenggiri Rumahan Ini Bikin Ketagihan, Gurihnya Mirip Jajanan Sultan