Seperti diberitakan sebelumnya, proyek air bersih di Buton Selatan telah menelan anggaran daerah sebesar puluhan miliar rupiah. Terakhir, pemerintah mengalokasikan anggaran daerah sebesar Rp 5 miliar yang dipotong dari dana tambahan penghasilan pegawai (TPP) tahun anggaran 2019 sebesar Rp 12 miliar.

Baca juga: Jatim Rawan Bencana Hidrometeorologi

Namun, proyek ini mendapat penolakan di beberapa wilayah di Busel. Misalnya di Kelurahan Majapahit dan Kaofe. Pasalnya, masyarakat setempat merasa tak pernah bermohon pemasangan sambungan jaringan air bersih tersebut. Salah satu masyarakat setempat, La Rizalan, terpaksa melaporkan proyek tersebut di Polsek Batauga atas dugaan pemalsuan data.

Sama halnya di Desa Kaofe, Kadatua. Kades setempat, Sumia, juga menolak proyek tersebut. Alasannya, Desa Kaofe sudah dialiri air bersih sejak 2016 lalu.

Anehnya, tim verifikasi, Murianto, mengaku bila khusus di Kelurahan Majapahit, sambungan air bersih ke rumah warga itu belum terpasang. Artinya, tak ada proyek sambungan jaringan air bersih disitu.