"Biasa laku 30 buah satu hari. Tapi, sekarang kan sering hujan, jadi pembeli juga kurang. Harga kelapa dari kampung kadang naik juga," ujarnya sambil tersenyum.
Meski begitu, para pedagang ini mengaku tetap bersyukur. Selain membuka lapangan kerja, usaha kelapa muda ini bisa menghidupi keluarga mereka.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kendari Irmawati Ajak Perempuan Terus Berkarya dan Ambil Peran Bangun Daerah
Beberapa di antaranya mulai merambah ke layanan pesan-antar, memanfaatkan media sosial dan aplikasi daring lokal.
Dengan segala keterbatasan, para pedagang kelapa muda ini tetap bertahan dan berkembang, menjadi contoh nyata semangat UMKM di daerah.
