
Olehnya itu kata dia, program Bapak Asuh Anak Stunting telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu anak-anak yang terdeteksi mengalami stunting untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
Asmar menegaskan, kekurangan gizi seringkali menjadi faktor utama terjadinya stunting pada anak, baik selama masa kehamilan maupun setelah kelahiran. Dengan implementasi program ini, BKKBN Sulawesi Tenggara berupaya aktif untuk menanggulangi masalah tersebut dengan memberikan dukungan menyeluruh kepada anak-anak yang berisiko stunting.
“Kalau di Sulawesi Tenggara ini ada beberapa yang sudah bersedia jadi ayah asuh untuk anak stunting, di antaranya Komandan Korem, bupati, wakil bupati. Jadi ini program nasional yang diteruskan hingga ke daerah,” ujar Asmar.
Baca Juga: Empat Skenario Bantuan Pemenuhan Makanan Cegah Stunting
