Keluhan serupa juga disampaikan pengendara lainnya, Rahma yang datang bersama anak-anaknya. Ia mengaku harus menunggu lama hingga pekerjaannya tertunda.
"Antreannya panjang sekali, berjam-jam. Saya bawa anak-anak sampai pekerjaan jadi terhambat. Kami berharap pemerintah bisa menyiapkan stok sebanyak-banyaknya. SPBU lain seperti Anggoeya dan Baruga juga antreannnya sepanjang ini," ungkap Rahma.
Baca Juga: Fakta Swiping Kendaraan Penunggak Pajak di SPBU Kendari, Ini Kata Pertamina
Menanggapi keresahan warga, Mandor SPBU Anduonohu, Hardin menjelaskan penyebab utama antrean bukan karena stok habis, melainkan lonjakan harga BBM, terutama nonsubsidi jenis Pertamax yang sebelumnya Rp 12.600 menjadi 16.650 per liter.
"Selisihnya jauh dengan Pertalite yang masih Rp 10.000 per liter. Kalau stok selalu kami siapkan, tapi pembeli hanya bisa mengisi satu kali dalam satu hari," beber Hardin.
