Kubais mengatakan pihaknya tengah merumuskan jadwal peserta didik menyantap makanan mereka.
Dia memperhitungkan, bila menggunakan waktu istirahat 15 menit, tidak akan cukup. Karena anak-anak harus mencuci tangan terlebih dahulu, berdoa, dan kemudian makan.
"Kita sudah coba. Saat bel istrahat selesai, anak-anak belum selesai makan. Karenanya, ini akan menjadi pertimbangan kami di Dikbud untuk menambah durasinya jam istirahat yang secara otomatis akan menggeser jam pulang," ujarnya.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SP2G) Muna, La Ode Sarwal, menerangkan bahwa program MBG saat ini masih tahap uji coba, sehingga jumlah penerima manfaatnya terbatas.
