Kubais mengatakan pihaknya tengah merumuskan jadwal peserta didik menyantap makanan mereka.

Dia memperhitungkan, bila menggunakan waktu istirahat 15 menit, tidak akan cukup. Karena anak-anak harus mencuci tangan terlebih dahulu, berdoa, dan kemudian makan.

"Kita sudah coba. Saat bel istrahat selesai, anak-anak belum selesai makan. Karenanya, ini akan menjadi pertimbangan kami di Dikbud untuk menambah durasinya jam istirahat yang secara otomatis akan menggeser jam pulang," ujarnya.

Baca Juga: KPU Kolaka Utara Kembalikan Rp 7,5 Miliar Hibah Pilkada 2024, Bupati: Nawaitu Bagus Sekali, Jarang Terjadi

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SP2G) Muna, La Ode Sarwal, menerangkan bahwa program MBG saat ini masih tahap uji coba, sehingga jumlah penerima manfaatnya terbatas.