Ia menambahkan, pelatihan masyarakat kali ini lebih fokus desain motif kombinasi warna. Tenun, vesen dan seni pertunjukan kuliner. Hanya saat ini masih lebih fokus ke tenun.
Baca Juga: Mulai 'Digoyang', Kabag Prokopim Sebut Ada yang Gelisah dengan Gebrakan Pj Bupati Muna Barat
Untuk pelatihan tenun, pihak dinas belum memiliki pelatih ahli untuk melatih. Makanya pelatih yang ada saat ini didatangkan langsung dari Bandung, sambil mengembangkan juga potensi skill orang di Buton Tengah.
Baca Juga: Komparasi Tugas dan Fungsi Komisi I, Legislatif Wajo Kunker DPRD Kolaka Utara
Minat para perajin diakui sangat antusias mengikuti pelatihan pewarna alam, dari sebelumnya kerajinan tenun itu belum ada pewarna alam masih mengandalkan pewarna dari pabrik dan nilai jualnya berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.
