Haliana juga menyampaikan saat ini dalam proses penyiapan data-data yang diperlukan selama 10 tahun kebelakang baik terkait kegiatan pembangunan masyarakat berkelanjutan, konservasi hutan dan lautnya hingga berbagai ekosistem lainnya.

“Dalam rangka evaluasi oleh UNESCO 10 tahun kebelakang, sementara masih dalam progres perampungan. Kita sudah siap untuk menyambut delegasi UNESCO Indonesia untuk melakukan submit atau verifikasi langsung di Kabupaten Wakatobi,” tuturnya
Bupati Wakatobi kembali menegaskan pentingnya dukungan dan masukan dari berbagai pihak untuk memaksimalkan tata kelola cagar biosfer. Menggerakkan kegiatan produksi dan kelestarian budaya.
Baca Juga: Begini Peran Adik Bupati Muna dalam Kasus Suap Dana PEN Kabupaten Kolaka Timur
