Bahkan, orang lain bisa mengakses kartu vaksin milik orang lain dengan mudah dan mencetaknya. Seperti pada kasus tersebarnya sertifikat vaksin milik Presiden Jokowi belum lama ini.

"Masalahnya tidak ada verifikasi di aplikasi ini. Jadi orang yang tahu tanggal kelahirannya bapak Presiden dan semua orang tahu 21 Juni 61, lalu bisa memasukkan NIKnya, dan ini bisa browsing dengan google, kita bisa mencari data-data itu termasuk milik Presiden sendiri, jadi ini menunjukkan ketidakamanannya data di Indonesia," kata Roy.

Baca Juga: KPK Diminta Tuntaskan Keterlibatan Azis Syamsuddin dalam Kasus Suap

Baca Juga: Erick Thohir Respon Kemarahan Risma Soal Bansos Tak Cair di Bank BUMN

"Nah, kemudian orang atau siapapun memasukkan itu, keluarlah data dari vaksin beliau atau Presiden. Dan kemudian itu bisa diprint," sambungnya.