Ketua DPRD Kolut, Buhari, S.Kel. M.Si menjelaskan, anggaran Rp7,2 miliar untuk bantuan sosial dan ekonomi sudah include sehingga totalnya Rp18,4. Nantinya anggaran tersebut akan diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu dengan klasifikasi pekerjaan seperti nelayan, tukang ojek dan kelompok-kelompok usaha.

"Nominalnya tidak dibahas dalam rapat. Mungkin lebih lanjut teknisnya akan diatur oleh dinas terkait agar masyarakat penerima PKH atau program bantuan lainnya dari pusat tidak dobel dengan penerima bantuan dana COVID-19 dari Pemkab sehingga pembagiannya merata bagi semua masyarakat," kata Buhari.

Sementara untuk relawan yang bertugas 24 jam di posko perbatasan akan dinaikkan insentifnya dari Rp150.000 perhari menjadi Rp250.000 perhari.

Baca juga: Pencari Rezeki di Pelabuhan Kolut Kehilangan Penghasilan

"Termasuk di dalamnya uang konsumsi," jelasnya.