Baca Juga: Kearifan Lokal Sarung Buton di Pulau Makasar: Dilestarikan Penenun Wanita Lansia
Pada pelaksanaanya kontruksi jalan akan diperkokoh dengan rabat tulang besi. Sehingga memungkinkan daya tahan ruas jalan semakin kuat dan mampu menahan beban seberat 250 Ton. Amalia menjelaskan, kualitas rabat besi dianggap lebih unggul dari pada penggunaan aspal, terlebih di daerah permukiman warga.
Pemeliharan jalan poros tersebut akan dikerjakan selama 30 hari kalender, namun selama 24 hari kerja masyarakat Pulau Makasar dihimbau untuk tidak melewati ruas jalan tersebut. Sehingga daya tahan beban dapat menjadi maksimal.
“Harapan saya ke depannya jalan ini dapat digunakan oleh masyarakat Pulau Makasar maupun yang berasal dari luar,” urainya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Baubau, Hamsinah Bolu menyoroti fasiltas infastruktur jalan di Pulau Makasar yang masih sangat kurang. Sehingga dalam proyek pengerjaan keseluruhan jalan lingkar di pulau itu membutuhkan biaya besar.
