Baca Juga: Diduga Korupsi Rp 700 Juta, Kapus Lohia dan Bendahara Sebut Dana Mengalir ke Dinkes Muna
“Kami optimis kawasan ini akan menjadi ikon pariwisata Bombana yang mampu bersaing dengan destinasi lain di Sulawesi Tenggara,” ungkap Anisa, dalam keterangan tertulis.
Seminar ini juga menjadi ajang diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Masukan yang diperoleh akan digunakan untuk menyempurnakan DED Kawasan Terpadu Ranokomea.
Antusiasme tinggi dari para peserta mencerminkan besarnya harapan terhadap pengembangan Ranokomea sebagai destinasi wisata unggulan.
Langkah selanjutnya adalah finalisasi DED yang diharapkan dapat segera selesai. Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan implementasi program pengembangan sesuai tahapan yang telah direncanakan. (C-Adv)
