Animo masyarakat untuk kembali membudidayakan kakao saat ini sangat tinggi. Ini dipicu harga biji kakao kering dan basah yang terus mengalami tren kenaikan sejak beberapa bulan belakang.
"Cuma kendalanya bibit belum siap. Harapan petani, ya pasti pemerintah sebab harga bibit sekarang ini luar biasa mahal, sampai Rp 10.000 per pohon," ujarnya.
Produksi kakao di Kolaka Utara setiap tahunnya mengalami peningkatan signifikan, hal ini disebabkan banyaknya kakao baru hasil program revitalisasi kakao sebelumnya yang telah berhasil.
"Produksi kakao yang jelas ada peningkatan dibanding tahun lalu. Karena kan banyak coklat-coklat baru sekarang yang ditanam," tutupnya. (C)
