Lebih lanjut, Ketua DPC Partai Demokrat Kolaka Utara ini menguraikan, untuk belanja operasi diproyeksikan sebesar Rp 654,7 miliar yang dialokasikan untuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, dan belanja bantuan sosial.

Belanja modal diproyeksikan sebesar Rp 76,3 miliar dari total belanja APBD yang direncanakan.

Alokasi anggaran untuk belanja modal dimanfaatkan untuk belanja modal tanah, belanja peralatan dan mesin, belanja gedung dan bangunan, belanja modal jalan, jaringan dan irigasi, serta belanja modal aset tetap lainnya.

Baca Juga: Gerindra Soroti Antrean Panjang Obat BPJS di RSUD Djafar Harun, Pelayanan Dinilai Makin Lambat

Belanja tidak terduga diproyeksikan sebesar Rp 4 miliar diperuntukkan mengantisipasi bencana alam atau bencana sosial, mengatisipasi kemungkinan peningkatan inflasi daerah yang tidak diperkirakan sebelumnya, serta belanja mendesak yang belum dianggarkan sesuai ketentuan undang-undang.