Sulkarnain berharap, koordinasi antara Pemkot dan BPOM semakin intens dilakukan, mengingat dalam memastikan konsumsi pangan masyarakat itu aman dan sehat merupakan suatu tanggungjawab bersama.

"Kita berharap bisa ditindaklanjuti, tidak berhenti sampai di acara ini. Tapi kita harap nanti seluruh stakeholder terkait bisa dilibatkan, sehingga tumbuh kembangnya yang diinisiasi oleh masyarakat kita di Kota Kendari sangat marak, apalagi di tengah pandemi itu bisa di proteksi dan bisa dipastikan keamanannya dari sisi medis," jelas Sulkarnain.

Baca juga: Selama 2020, Pemkot Kendari Sukses Atasi 48 Hektar Kawasan Kumuh

Sementara itu, Kepala BPOM Kendari, Drs Yoseph Nahak Klau, Apt., M.Kes. menjelaskan, sampai dengan tahun 2017 pengawasan obat dan makanan di daerah kurang efektif.

Oleh karena itu, Presiden melalui inpres Nomor 3 tahun 2017 mengintruksikan Bupati/Walikota agar melakukan koordinasi intensif dengan BPOM untuk meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan.