"Saya tiba tadi dari jam 23.00 malam di sini, kalau saya tidak salip kendaraan lainnya, bisa jadi besok pagi baru saya masuk dalam kapal feri," bebernya.

Baca Juga: Proyek Pembangunan Dua Patung Tokoh Sejarah Buton Dinilai Pelecehan Sejarah

Sementara itu di tempat yang sama, Salam, pemudik asal Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat mengungkapkan, dirinya baru merasakan kembali nuansa mudik seperti ini, setelah sebelumnya dua tahun berturut-turut tidak ada tradisi mudik disebabkan pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia.

"Kita sengaja membawa bekal makanan, kopi, air mineral  dan perlengkapan lainya, karena kita sudah tebak pasti antreanya panjang. Kita datang di sini dari kemarin jam 21.00 Wita, dan antrean motornya kita masih di belakang, banyak sekali kendaraan," ungkap Salam kepada Telisik.id Jumat (29/4/2022).

Para pemudik bahkan rela tidak tidur di malam hari demi menjaga kendaraan mereka,  agar  lolos dari aksi salip antar sesama pengendara. Hal tersebut diungkapkan Ening, pemudik asal Desa Watumeela, Kabupaten Muna Barat.