Baca Juga: Gagal Blokir Rekening Bank Nasabah, PPATK Kembali Bidik e-Wallet Nganggur

Abdul Azis diduga mengambil fee sebesar delapan persen atau sekitar Rp 9 miliar dari total anggaran proyek tersebut.

Proyek ini merupakan bagian dari program prioritas nasional sektor kesehatan, yang bertujuan menyediakan layanan kesehatan gratis, memberantas TBC, dan meningkatkan kualitas rumah sakit di tingkat kabupaten.

Selain RSUD Kolaka Timur, terdapat 32 RSUD lain yang juga mendapatkan pendanaan, dengan 12 di antaranya menggunakan anggaran Kementerian Kesehatan dan 20 lainnya dari DAK.

Asep menyebut total anggaran untuk seluruh proyek di 12 kabupaten mencapai Rp 4,5 triliun.