Pada kesempatan yang sama, Martani Mustafa, S.Pi dari fraksi PKB juga menyoroti persoalan pencemaran lingkungan yang terjadi di area pertambangan sekitar Lanipa-nipa atau pesisir Tanjung Watulaki.

Baca Juga: Jual Tabung Oksigen di Atas Harga Eceran, 3 Orang Diamankan Polda Jatim

"Terkait pencemaran lingkungan, saya pikir kita sepakat kalau saat ini Dusun Lanipa-nipa itu sudah tidak berwajah kampung lagi. Bahkan ketika musim hujan tiba sering terjadi banjir, jalan di sanapun ketika kemarin kita meninjau lokasi itu sudah tidak berbentuk jalan lagi," jelasnya.

Ia mengaku bahwa persoalan ini agak dilematis dan masalah, karena saat ini semua izin pertambangan kewenangan pusat dan provinsi, sementara daerah tidak mendapatkan sesuatu dan hanya jadi penonton.

"Di sana itu merupakan sumber konservasi bidang budidaya perikanan, masyarakat yang mengambil batu karang ditangkap dan dipenjarakan, sementara mereka tidak diapa-apakan. Dan terdampak dari aktivitas pertambangan tidak hanya warga Lanipa-nipa tapi juga masyarakat Lambai ikut merasakan dampaknya," bebernya.