Baca Juga: Janda di Negara Ini Harus Bakar Diri Demi Jaga Kehormatan, Mati dengan Mayat Suami

Mengutip Detik.com, para peneliti mengatakan jika jejak kaki itu berusia lebih dari 8.000 tahun. Tepatnya, sudah ada pada periode Mesolitikum (15.000 SM - 50 SM) hingga Abad Pertengahan (476 M - 1450 M), yang ditulis dalam studi baru yang diterbitkan oleh Jurnal Nature Ecology and Evolution edisi Oktober 2022.

Hasil itu didapatkan peneliti usai melakukan penentuan usia dengan metode penanggalan radiokarbon atau metode penentuan usia suatu objek yang mengandung materi organik dengan memanfaatkan sifat radiokarbon. Materi organik itu didapat dari benih pohon alder, birch, serta cemara yang tersebar di dalam lapisan rute jalan.

"Hanya beberapa singkapan yang terlihat pada satu waktu," Alison Burns, penulis utama studi dan seorang arkeolog di The University of Manchester di Inggris, seperti di kutip dari Livescience.com.

Jejak kaki terawetkan di bawah pasir, dan saat garis pantai terkikis, air menggerogoti lapisan penutup yang membantu melestarikannya.