Kenaikan ini dipicu oleh harga komoditas yang naik dan pandemi COVID-19 yang sudah berangsur membaik sehingga memulihkan aktivitas perekonomian.
Sektor pertambangan dan penggalian menjadi penyumbang terbesar pendapatan pajak di KPP Pratama Kendari, dengan nilai Rp 720 miliar, atau berkontribusi sebesar 27 persen.
Baca Juga: Kenaikan Upah Minimum 2023 Tak Lebih 10 Persen Jauh dari Tuntutan Buruh
Sektor selanjutnya yang menjadi tulang punggung kontributor pendapatan pajak tersebesar dipegang oleh administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor, transportasi dan pergudangan hingga sektor konstruksi.
Alifa mengungkapkan, pihaknya saat ini masih menunggu mandatori target pendapatan pajak untuk tahun 2023 dari Direktoran Jenderal Pajak (DJP) pusat.
