"Seharusnya penanganan banjir menjadi skala prioritas utama, tetapi Pemerintah Kelurahan Sawa lebih sering terpana dan terobsesi dengan pembangunan spektakuler seperti fasilitas fisik pembangunan tugu demi mencari keuntungan besar," tandasnya.
Hal senada diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Sawa yang tak ingin identitasnya disebut. Dia mengatakan, perencanaan penggunaan dana kelurahan yang bersumber dari APBN seharusnya melibatkan masyarakat, agar tepat sasaran dan tepat manfaat.
Dia menambahkan, pembangunan yang menggunakan dana kelurahan juga terkesan dipaksakan demi mencari keuntungan pribadi, karena ada indikasi dikerjakan oleh pihak Pemerintah Kelurahan Sawa sendiri.
Menanggapi tudingan tersebut, Lurah Sawa, Alex Johanis mengungkapkan, tidak benar dirinya tidak melibatkan masyarakat dalam program pembangunan di Kelurahan Sawa.
Baca Juga: Barang Bukti 42 Perkara Pidum Dimusnahkan, Ada Sabu 70,6 Gram
