Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan menambah investasi senilai 2,1 miliar dolar AS dan menciptakan ribuan lapangan kerja di sektor energi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa proyek gasifikasi kali ini akan sepenuhnya memanfaatkan sumber daya dalam negeri. Pemerintah memastikan pembiayaan proyek tidak lagi bergantung pada investor asing seperti sebelumnya, melainkan melalui kolaborasi antara BUMN dan pihak swasta nasional.
Baca Juga: Heboh Purbaya Mau Hajar Pelaku Importir Trifting Balpres, Begini Penjelasannya
Proyek DME akan dikembangkan di sejumlah daerah, antara lain di Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Bahlil menambahkan, langkah ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi yang mencakup 26 sektor komoditas strategis, mulai dari mineral, migas, hingga kehutanan.
Secara teknis, DME merupakan gas hasil gasifikasi batubara dengan karakteristik yang mirip dengan LPG. Kandungan panas DME mencapai 7.749 Kcal/kg, sedangkan LPG berada di angka 12.076 Kcal/kg. Meski begitu, DME memiliki massa jenis yang lebih tinggi, sehingga kebutuhan energi dapat diseimbangkan dalam pemakaian rumah tangga.
