"Kita sudah analisa kalau dengan harga gas yang sekarang itu ke masyarakat itu lebih mahal dari pada LPG 3 kg (subsidi). Tapi lebih murah sebetulnya daripada LPG yang komersial (non subsidi)," jelas Dadan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (31/8/2024).

Baca Juga: Beli Gas LPG Harus Pakai KTP, Warga Kota Kendari: Merepotkan

Dadan menambahkan, Kementerian ESDM saat ini sedang mengkaji ulang skema yang memungkinkan harga gas jargas bisa lebih kompetitif, terutama bagi masyarakat pengguna LPG bersubsidi.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah memberikan subsidi pada harga gas di hulu. Hal ini bertujuan agar harga gas jargas bisa lebih murah dan tidak terlalu membebani masyarakat.

"Kita lagi ngitung. Ya oke kalau itu besaran mana subsidinya. Kalau kita menyediakan subsidi untuk LPG, kan bisa dihitung per kilonya sekian. Atau kita mau subsidi ke hulu yang gasnya, sehingga penerimaan dari KKKS-nya kan tidak boleh turun," ungkapnya.