Peristiwa itu terjadi saat wartawan tersebut hendak masuk ke dalam area kantor Ditjenpas Sultra untuk mendokumentasikan agenda hearing yang dilakukan usai aksi demonstrasi.
Namun, dihalangi oleh seorang pegawai yang mengenakan seragam bertuliskan nama “Rio”. Pegawai tersebut langsung menutup kembali gerbang kantor dan meminta wartawan untuk tidak masuk ke dalam.
“Mau ke mana? Tidak bisa masuk, penyampaiannya tadi hanya lima orang mahasiswa yang bisa masuk,” ujar Rio kepada wartawan telisik.id.
Meskipun wartawan tersebut telah menunjukkan surat tugas peliputan dari redaksi, pegawai tersebut tetap menolak permintaan masuk dengan alasan belum ada arahan dari atasan. Penolakan ini disampaikan secara langsung dan tegas di depan pintu gerbang kantor Ditjenpas Sultra.
Baca Juga: Pencari Kerja Tambang Morosi di Kendari Diminta Uang Pelicin Rp 9,6 Juta untuk Akses HRD
