Senada, pedagang telur di Pasar Sentral Kendari, La Ode Asa (24) mengakui kondisi seperti ini terjadi setiap tahun menjelang natal dan tahun baru.

Kenaikan harga telur ini memang tidak terlalu memberatkan para pedagang, akan tetapi di sisi konsumen, cukup merepotkan, karena untuk menyetok telur, ibu rumah tangga harus menambah biaya belanja bulanan.

Baca Juga: Apa Itu KTT G20? Ini Deretan Faktanya

Para ibu rumah tangga memilih menyetok telur lebih banyak dari biasanya, untuk mengantisipasi harga makin naik mendekati natal dan tahun baru.

Sementara itu, seorang wanita yang yang sedang berbelanja di Pasar Anduonohu, Nurul Husna (28) mengaku khawatir harga bahan-bahan di pasar makin naik dan langka.