“Benang emas memberikan kesan mewah dan eksklusif, sementara benang biasa lebih terjangkau, tetapi tetap indah dan berkualitas,” jelas Sarfiah.
Meski menghadapi berbagai kendala, Sarfiah tetap teguh menjaga seni tenun tradisional agar tetap lestari.
Ia berharap seni ini semakin dihargai, baik di tingkat lokal maupun internasional, serta mampu membuka peluang ekonomi lebih besar bagi para pengrajin.
“Saya ingin karya ini dikenal lebih luas, sehingga tidak hanya menjadi kebanggaan kami sebagai pengrajin, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas kami,” harapnya.
Baca Juga: DPRD Sultra Bahas Tata Tertib untuk Pembentukan AKD
