Baca Juga: Kakek 70 Tahun Jadi Kuli Bangunan dan Ngojek Nafkahi Istri Stroke

Ati bercerita, banyak cobaan yang harus dilewatkan selama menjadi penjual nasi. Mulai dari tempat penjualannya yang sering dipindahkan oleh pemilik tanah, hingga harus membayar lokasi dengan harga mahal.

Meski demikian, tak ada lagi pilihan lain selain membayar lokasi tersebut, demi tetap bisa menjual nasi untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Di Kendari Ati masih tinggal di kontrakan. Uang hasil menjual nasi harus ia bagi untuk membayar sewa lokasi, bayar kontrakan dan biaya sekolah anak-anaknya.

"Saya cukup-cukupkan saja. Saya sisipkan juga sedikit demi sedikit untuk kebutuhan sehari-hari," kata Ati saat diwawancarai Telisik.id.