KOLAKA, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia Tbk mencatat penjualan perdana bijih nikel dari proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa pada 1 Maret 2026.

Capaian ini menandai transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.

Penjualan perdana tersebut menjadi fase penting dalam proses pengurangan risiko proyek (project de-risking), validasi kesiapan sistem produksi, serta penguatan fondasi pertumbuhan jangka panjang perseroan.

IGP Pomalaa merupakan bagian dari agenda hilirisasi nasional untuk meningkatkan nilai tambah industri nikel melalui integrasi pertambangan dan pengolahan.

Baca Juga: Tiga Kadis Ditahan Gegara Korupsi, Bupati Muna Sentil Pejabat dan Tegaskan Ikut Aturan