Baca Juga: Dua Terdakwa Korupsi Pengadaan Sapi Hadapi Tuntutan di Pengadilan Tipikor

Koso mengaku, dalam proses penyusunan naskah akademik Raperda inisiatif, akademisi UHO terdiri dari beberapa tim.

Namun, sayangnya dalam prosesnya, kalangan anggota dewan tidak pernah terlibat dalam pembahasannya. Padahal, penyusunan Raperda inisiatif itu menjadi gawean dewan.

"Raperda itu sama sekali tidak pernah kita bahas. Tiba-tiba saja produknya muncul," terangnya.  

Informasi yang didapat Ketua DPD PAN Mubar itu, dari total anggaran Rp 1 miliar yang telah dicairkan sebesar Rp 550 juta. (B)