"Kalau terkait pencemarankan itu kita tidak bisa langsung generalkan, sebagian besarkan terjadi gara-gara sungai menguap kalau secara fisik mungkin bisa dilihat langsung, tapi kalau dikatakan terjadi pencemaran itu terlebih dahulu harus ada pengujian," ucapnya.
Sementara menurut KTT PT SCM, Didik, penyelenggaraan bimtek dapat mendorong setiap perusahaan tambang untuk saling berkoordinasi, terkait solusi dari dampak pencemaran lingkungan yang terjadi di wilayah pertambangan Sulawesi Tenggara.
"Setiap tambang itu mempunyai tantangan tersendiri dan itu unik-unik, kita bisa saling belajar antara satu area dengan area lain, pertambangan ini manfaatnya besar sekali buat negeri kita, tapi tentu ada yang kita atur supaya dampaknya bisa dimitigasi atau bisa diatasi sehingga manfaatnya maksimum," tuturnya
Didik juga meharapkan semua pertambangan disiplin menerapkan sistem pertambangan yang mengikuti dan menaati aturan, serta terencana dengan baik (good mining practice) untuk meminimalisir isu pencemaran.
Baca Juga: Perjuangan Nelayan Mengais Rezeki, Tetap Eksis di Tengah Cuaca Ekstrem
