"Bahkan, kadang-kadang, saya harus bekerja hingga 30 jam. Saya tidak boleh istirahat maupun duduk kecuali ketika nasi keluar setiap 6 jam," ujar salah satu ABK yang selamat, sebagaimana dikutip dari MBC News, Rabu, 7 Mei 2020.
Bekerja untuk jangka waktu yang tak wajar bukan satu-satunya perkara yang dihadapi ABK tersebut. Selain jam kerja tak wajar, mereka juga dipaksa meminum air laut. Padahal, air laut tak seharusnya diminum karena memicu dehidrasi.
Hal itu kontras dengan yang dialami ABK dan nelayan asal China. Mengutip MBC News, sementara ABK Indonesia meminum air laut, nelayan China meminum air botol mineral.
Baca juga: Pengakuan Mantan Karyawan PT. VDNI: TKA China Diperlakukan Istimewa
"Ketika saya mencoba meminum air laut (yang telah difilter), saya merasa pusing. Tak lama kemudian, sputum mulai keluar di tenggorokan saya," ujar ABK Indonesia lainnya.
