Dinas Kesehatan Kota Kendari juga mengimbau agar masyarakat tidak takut atau malu untuk melapor jika ada gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau penurunan berat badan, karena penanganan dini adalah kunci utama dalam mengatasi penyakit ini.

Baca Juga: Upaya Penanggulangan 2.024 Kasus TBC Terbanyak di Kendari dan Kematian Tertinggi di Muna

"Jadi, imbauan saya kepada seluruh masyarakat Kota Kendari, tidak perlu takut, tidak perlu merasa bahwa saya terdiskriminasi dengan adanya orang TBC, masyarakat harus tahu TBC ini bisa sembuh walaupun dia penularannya lebih cepat tapi bisa sembuh. Kalau kita minum obat sesuai dengan anjuran, bahkan dengan yang sudah resisten obat pun itu bisa sembuh," tambahnya.

Terakhir melalui program investigasi kontak pasien ini, diharapkan dapat menurunkan angka kejadian TBC di Kota Kendari, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga dari penularan penyakit.

"Saya berharap di tahun 2024 ini dengan komitmen semua pihak, investigasi kontak ini bisa berjalan dengan bagus, sehingga tujuan kita untuk memutus mata rantai penularan ini bisa, karena TBC ini tidak akan bisa selesai dengan kita mengobati si orang yang sudah terkonfirmasi TBC, tapi kita juga harus memastikan orang yang berada di sekitarnya tidak tertular, salah satunya dengan melakukan investigasi kontak ini," tutupnya. (C)