Narasi yang menyertainya sering menekankan bahwa perempuan akan lebih bahagia jika meninggalkan tekanan dunia kerja dan kembali pada apa yang disebut sebagai "energi feminin".

Fitri menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan pada pilihan perempuan menjadi ibu rumah tangga. Menurutnya, menjadi ibu rumah tangga merupakan pilihan yang sah dan patut dihormati.

Baca Juga: Italian Bob dan Boy Bob Jadi Tren Rambut Pendek Favorit 2026

Namun, masalah muncul ketika algoritma media sosial dan budaya digital memberikan apresiasi lebih terhadap model femininitas tertentu, sementara perempuan yang terbuka menunjukkan ambisi karier justru kerap dipandang negatif.

"Perempuan yang ambisius sering dianggap terlalu agresif, terlalu dominan, atau kurang feminin. Sementara laki-laki dengan karakter serupa justru dinilai visioner dan memiliki jiwa kepemimpinan," tulisnya.