Selain itu, Ridwan menyampaikan bahwa Kemendikbudristek juga berupaya meningkatkan kesejahteraan guru dengan menyelenggarakan seleksi guru ASN-PPPK dengan afirmasi bagi pelamar yang telah memiliki sertifikat pendidik. Utamanya yang berusia lebih dari 35 tahun, penyandang disabilitas, berasal dari THK2 dan aktif mengajar selama paling tidak tiga tahun. Dan sekarang, berkat ketangguhan Ibu dan Bapak Guru, kita berhasil melawati masa yang penuh tantangan.
"Saat ini kita mulai melaksanakan PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat demi keselamatan semua warga sekolah. Dan sekali lagi, peran Ibu dan Bapak Guru sangatlah besar dalam menyukseskan PTM terbatas. Oleh karena itu, kami telah memprioritaskan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan," harap Ridwan menyampaikan pesan Kemendikbudristek.
Pasangan Ahali ini berharap, kepada Ibu dan Bapak Guru dapat mendukung upaya percepatan vaksinasi ini sehingga anak-anak kita dapat segera kembali ke sekolah untuk belajar dengan aman, nyaman, dan jauh lebih optimal.
Baca Juga: Tidak Pro Rakyat, Pinjaman Pemkab Mubar di Akhir Masa Jabatan Bupati Tuai Sorotan
"Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi Ibu dan Bapak Guru dalam mendidik anak-anak Indonesia menjadi generasi Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter," imbuhnya.
