Penyebaran virus di Kota Kendari sudah melalui transmisi lokal. Sebagai ibukota provinsi, pendekatan dalam menangani COVID-19 di Kota Kendari harus lebih maksimal, karena Kota Kendari episentrum pergerakan orang di Sultra.

Baca juga: Hugua: Wali Kota Kendari Minta Restu Kemenkes Terapkan PSBB

Oleh karena itu, kata Endang, tidak cukup dengan mengandalkan peran dan aksi wali kota yang sejauh ini telah menunjukkan kinerja terukur dan efektif. Lebih dari itu, dibutuhkan intervensi atau bantuan dari pemerintah provinsi.

Terbaru, Pemerintah Kota Kendari mengeluhkan alat test swab, namun tidak bisa digunakan karena harus terlebih dahulu mendapatkan sertifikasi/ register dari Kemenkes.

"Dilansir di beberapa media, proses administrasi sudah berjalan, namun sampai hari ini surat persetujuan dari Kemenkes tak kunjung tiba," ucapnya.