BUTON SELATAN, TELISIK.ID – Petani kopi di Desa Hendea, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, masih belum memperoleh manfaat pemberdayaan yang maksimal dari pemerintah daerah.

Pj Kepala Desa Hendea sekaligus petani kopi lokal, La Linja, menuturkan perkebunan kopi maupun komoditasnya masih dikelola oleh petani lokal secara individu.

Kopi yang ditanam oleh para petani setempat merupakan jenis robusta yang tumbuh subur di perkebunan Desa Hendea sejak dahulu.

Sejauh ini untuk pengelolaan hasil panen maupun pemasaran komoditas kopi masih belum difasilitasi pemerintah setempat. Mulai tahapan penaman bibit hingga panen maupun pemasaran masih dikelola oleh para petani lokal.

Baca Juga: Inspektorat Muna Investigasi Dugaan Korupsi Kades Labunti, Kejari Tunggu Laporan Tertulis